Senin, 11 Februari 2013

Pengembangan Materi SKI MI


BAB I
PENDAHULUAN


Keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan sangat tergantung pada keberhasilan guru merancang materi pembelajaran. Materi pembelajaran pada hakekatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari silabus, yakni perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran. Materi pembelajaran termasuk bagi yang harus dikembangkan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sesuai dengan standar yang ditentukan.
Kurikulum KTSP memuat beberapa standar yang harus dicapai dalam penyelanggaraan pendidikan. Di antaranya standar-standar itu adalah Standar isi (SI) yang meliputi Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Agar peserta didik dapat mencapai SK, KD, maupun SKL yang diharapkan, perlu didukung oleh berbagai standar lainnya, antara lain standar proses dan standar pendidikan dan tenaga kependidikan.
Pengembangan materi pembelajaran sebagai salah satu sumber dan acuan pembelajaran dan sekaligus menentukan strategi pembelajaran yang efektif dan efisien. Dan kita diharapkan mampu:
  1. Menjelaskan pengertian materi pembelajaran.
  2. Menguraikan struktur dan jenis materi pembelajaran SKI.
  3. Menjelaskan prinsip-prinsip pengembangan dan pemilihan materi pembelajaran.
  4. Menunjukkan langkah-langkah pengembangan materi pembelajaran SKI.
  5. Menyebutkan sumber-sumber pengembangan materi SKI.
  6. Mengidentifikasi materi dan langkah-langkah pengembangan materi SKI.
           


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Materi Pembelajaran
            Bahan ajar atau pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dipelajari oleh siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan dan sikap atau nilai.
Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum. Jadi, materi pembelajaran harus dipersiapkan dengan baik agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaran tersebut harus sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Artinya, materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya indikator.
Materi pembelajaraan dipilih dan dirancang seoptimal mungkin untuk membantu peserta didik dalam mencapai standar-standar yang ditentukan. Hal-hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan materi pembelajaran adalah jenis, urutan, dan perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran tersebut.
Pengembangan bahan ajar dapat dilakukan melalui penulisan sendiri atau penggunaan bahan ajar yang tersedia. Komponen utama yang harus ada dalam bahan ajar adalah tujuan pembalajaran, uraian materi dan evaluasi.

B.       Bentuk Bahan Ajar
Dengan memperhatikan pengertian bahan ajar tersebut, banyak bahan ajar yang dapat digunakan atau dikembangkan guru untuk membantu siswa menguasai kompetensi yang diharapkan. Berbagai contoh bahan ajar adalah buku teks, media taktil (manipulatiives), program video, program audio, lembar kerja siswa handouts, surat kabar, majalah, dan masih banyak lagi yang lain. Dan ada dua bentuk bahan pembelajaran yaitu:
1.      Bahan pembelajaran yang “didesain” lengkap artinya bahan pembelajaran memuat semua komponen pembelajaran secara utuh.
2.      Bahan pembelajaran yang didesain tidak lengkap. Artinya bahan pembelajaran yang didesain dalam bentuk komponen pembelajaran yang batas.

C.       Struktur dan jenis Materi Ajar SKI
Jauh sebelum proses penyelenggaraan pembelajaran, guru dituntut mengenal, mengetahui dan memahami materi yang akan disampaikan kepada peserta didik. Kalau seorang guru betul-betul memahami struktur dan jenis materi ajar maka dia akan mudah menyampaikannya dengan baik.
Berikut ini adalah struktur dan jenis materi Sejarah Kebudayaan Islam:
a.        Fakta
Sejarah secara umum berisi data-data yang berhubungan dengan peristiwa masa lampau. Data-data sejarah ini adalah fakta yaitu segala sesuatu yang berwujud kenyataan dan kebenaraan.
b.        Konsep
Sejarah memang identik dengan kumpulan data dan fakta, meskipun demikian tidak berarti bahwa sejarah atau materi pelajaran sejarah tidak mengandung konsep. Konsep adalah segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian-pengertian, ciri khusus, hakikat, inti atau isi.
c.         Prinsip
Komponen ini merupakan hal yang utama dari mata pelajaran yang berisi hal-hal utama, pokok dan memiliki posisi terpenting, meliputi dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema, serta hubungan antar konsep yang     menggambarkan implikasi sebab akibat.
d.        Prosedur
Bagian struktur ini berupa langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan sesuatu aktivitas dan kronologi suatu sistem atau peristiwa. Prosedur juga menyangkut materi yang berisi urutan atau jenjang, yang satu dilakukan setelah yang lainnya.
e.         Sikap atau nilai
Merupakan struktur materi  afektif yang berisi aspek sikap atau nilai, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong menolong, semangat dan minat belajar dan bekerja. Materi ajar yang baik tidak hanya memuat aspek kognitif dan psikomotor saja, sebagaimana tercermin dari empat aspek diatas, melainkan juga harus sarat dengan muatan afektif. Apalagi untuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, guru dituntut untuk menampilkan struktur afektif dari materi ini yang berupa nilai dan sikap.
Kriteria seleksi materi yang dapat dipertimbangkan mencakup:
1.      Menunjuk kemandirian peserta didik
2.      Mengandung makna yang mendalam
3.      Menyiratkan saran menuju kualitas yang lebih baik
4.      Mengandung urutan atau sistematika berdasarkan kepentingan, sebab akibat, makna tunggal, makna majemuk
5.      Autentik,
6.      Menarik,
7.      Bermanfaat bagi kehidupan peserta didik,
8.      Dapat dipelajari
9.      Layak dipelajari .

D.      Prinsip-prinsip Pengembangan Materi Ajar
Ada beberapa prinsip yang harus dipegang oleh guru yang melakukan pengembangan materi pembelajaran. Prinsip-prinsip antara lain kesesuaian (relevansi), konsistensi dan kecukupan (adequacy).
a.        Relevansi
Adanya relevansi atau kesesuaian anatara materi yang dikembangkan dengan Standar isi yang menyangkut Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa pengenalan fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi yang lain.
b.        Konsistensi
Prinsip ini berarti keajegan. Artinya, adanya keajegan antara bahan ajar dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa ada empat macam, maka materi atau bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam.
c.         Adequacy
Prinsip ini berarti kecukupan. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh telalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit maka kurang membantu tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak maka akan mengakibatkan keterlambatan dalam pencapaian target kurikulum (pencapaian keseluruhan SK dan KD).

E.       Langkah-langkah Dalam Pengembangkan Materi Ajar
Materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru dan harus dipelajari siswa hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar.
a.        Identifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar
Sebelum menentukan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu di identifikasi aspek-aspek keutuhan kompetensi yang harus dipelajari atau dikuasai peserta didik. Aspek tersebut perlu ditentukan, karena setiap Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran. Sejalan dengan berbagai jenis aspek standar kompetensi, materi pembeljaran juga dapat dibedakan menjadi jenis materi aspek kognitif, afektif, dan psikomorik.
a.         Ranah kognitif jika kompetensi yang ditetapkan meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan penilaian. Materi pembelajaran aspek kognitif secara terperinci dapat dibagi menjadi empat jenis kalau dihubungkan dengan struktur materi ajar, yaitu: fakta, konsep dan prosuder.
b.        Ranah psikomotorik jika kompetensi yang ditetapkan meliputi gerak anggota badan seperti berdiri, rukuk, sujud, duduk bersimpuh, cara melafalkan kata atau kalimat dan membawakan doa atau qasidah.
c.         Ranah Afektif, jika kompetensi yang ditetapkan meliputi respon, apresiasi, penilaian dan internalisasi. Struktur materi ajar yang tergolong ke dalam ranah ini adalan prinsip, sikap dan nilai.

b.        Identifikasi Jenis-jenis Materi Ajar
Identifikasi dilakukan berkaitan dengan kesesuaian materi pembelajaran dengan tingkatan aktivitas atau ranah pembelajarannya. Materi yag sesuai utuk ranah kognitif ditentukan berdasrkan perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian dan keterampilan berpikir. Jadi, jenis materi yang sesuai untuk ranah kognitif adalah fakta, konsep, prinsip dan prosedur.
Materi pembelajaran yang sesuai untuk anah afektif ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi dan cara penyesuaian diri.
Materi pembelajaran yang sesuai untuk ranah psikomotorik ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik.
Materi  yang dibelajarkan perlu diidentifikasi secara tepat agar pencapaian kompetensinnya dapat diukur. Di samping itu, dengan mengidetifikasi jenis-jenis materi yang akan diajarkan, maka guru akan mendapatkan ketepatan dalam pembelajaran. Sebab, setiap jenis materi pembelajaran memerlukan strategi,metode, media dan sistem evaluasi yang berbeda-beda.
Cara mudah untuk menentukan jenis materi pembelajaran yang akan dibelajarkan adalah dengan cara mengajukan pertanyaan tentang kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik. Dengan mengacu pada kompetensi dasar, kita akan mengetahui apakah materi yang harus kita belajarkan berupa fakta, konsep, prinsip, prosedur, aspek sikap, atau keterampilan motorik.
                 
c.         Menentukan Cakupan Materi
Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran harus diperhatikan apa jenis materinya, apakah itu berupa aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, prosedur), aspek afektif (nilai dan sikap), ataukah aspek psikomotorik (prosedur dan gerak melakukan sesuatu).
Keluasan cakupan materi berarti menggambarkan berapa banyak materi-materi yang dimasukkan ke dalam suatu materi pembelajaran, sedangkan kedalaman materi menyangkut seberapa detail konsep-konsep yang terkandung di dalamnya harus dipelajari/dikuasai oleh siswa.

F.       Sumber Pengembangan Materi Ajar
Sumber pengembangan materi ajar adalah bahan ajar, yaitu rujukan tempat bahan ajar dapat di peroleh. Untuk mencari sumber bahan ajar, siswa dapat dilibatkan untuk mencarinya, sesuai dengan prinsip pembelajaran siswa aktif.  Sumber-sumber yang dimaksud dapat disebutkan di bawah ini :
a.         Buku teks yang diterbitkan oleh berbagai penerbit
b.         Laporan hasil penelitian yang diterbitkan oleh lembaga penelitian
c.         Buku modul sejarah kebudayaan islam untuk PGMI
d.        Jurnal penerbitan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah
e.         Sejarawan kebudayaan islam
f.          Buku kurikulum
g.         Terbitan berkala seperti harian, mingguan dan bulanan
h.         Situs-situs internet
i.           Multimedia (TV,Video, VCD, kaset audio, dsb)
j.           Lingkungan (alam, sosial, seni budaya, teknik, industri, ekonomi)
k.         Narasumber ( masyarakat).

Untuk jadi guru SKI, seseorang tidak perlu menjadi seorang sejarahwan terlebih dahulu, karena hal itu bukanlah syarat atau kualifikasi menjadi sejarahwan yang baik. Salah satu syarat itu adalah mampu melakukan pengembangan silabus dan salah satunya komponennya adalah pengembangan materi ajar.



BAB III
PENUTUP


Simpulan
Pengembangan materi ajar merupakan salah satu pengembangan silabus dalam KTSP yang harus dilakukan oleh guru. Pengembangan ini melibatkan pemahaman dan analisis terhadap Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang di tetapkan dalm Kurikulum naisonal. Kemampuan guru untuk menganalisis SK_KD dan mengembnagkan materi ajar akan sangat membantu peserta didik untuk menguasai kompetensi yang di harapkan dengan baik,
Sementara itu, apa yang dimaksud dengan bahan ajar atau materi pembelajaran (intructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus di pelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, Konsep, prinsip prosedur), keterampilan dan sikap atau nilai. Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari kseluruhan kurikulum. Oleh karena itu, materi pembelajaran harus di persiapkan dengan baik agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran.

DAFTAR PUSTAKA


Djauhar Siddiq, dkk. 2008. Pengembangan bahan ajar. Direktorat Jendral Pendidikan tinggi DEPDIKNAS.
M. Hanafi. 2009. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia.
Wardani, dkk. 2009. Materi Pokok perspektip pendidikan SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Yulaelawati, ella. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Pakar Raya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar