Minggu, 14 April 2013

rpp ski kelas 3/1



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


RENCANA PELAKSANAANPEMBELAJARAN
( RPP )
Nama Sekolah
:
MIN Lailatul Zaidah
Mata Pelajaran
:
SKI
Tema
:
Masyarakat Arab pra-Islam
Kelas / Semester
:
III/I
Pertemuan Ke-
:
I
Alokasi Waktu
:
1 x 15 Menit
Standar Kompetensi
:
Mengenal Sejarah Masyarakat Arab pra-Islam.
Kompetensi Dasar                 
:
Menceritakan kondisi alam, social, dan perekonomian masyarakat Arab pa-Islam
Indikator
:
·      menjelaskan kondisi alam, social, dan perekonomian masyarakat Arab pra-Islam.



A.      Tujuan Pembelajaran  :
·  Siswa kelas III Semester I dapat menjelaskan kondisi alam, social dan perekonomian masyarakat Arab pra-Islam dengan baik dan benar.

B.       Karakter Siswa Yang Diharapkan
Berani, Cepat Tanggap, Mandiri, Aktif, Bertanggung Jawab
C.      Materi Pokok  :
Mengenal keadaan alam jazirah arab pra-islam yang meliputi keadaan alam jazirah arab dan mengenal bangsa arab serta mengenal kehidupan Arab pra-Islam yang meliputi Kehidupan Masyarakat Arab, PemerintahanMekah Pra-Islam, Perang Antar suku. Dan mengenal keadaan social dan perekonomian masyarakat arab Pra-Islam yang meliputi peternakan, pertanian, dan perdagangan.
D.      Strategi Pembelajaran  :
·                  Metode pembelajaran ;
-          Ceramah
-          Tanya jawab
-          Pemberian tugas / Evaluasi
·      Strategi Pembelajaran :
-          Mind Mapping (Peta Pikiran)
-          Jigsaw
-          Talking Stick
E.       Langkah-Langkah Pembelajaran  :
A.  Kegiatan Awal ( ± 3 menit )
-          Guru mengucapkan salam
-          Guru  mengkondisikan kelas
-          Guru mengabsen siswa
-          Guru mengajak siswa untuk berdoa.
-          Guru melakukan Tanya jawab dengan siswa yang dikaitkan dengan materi pembelajaran
B.  Kegiatan Inti ( ± 12 menit )
·         Eksplorasi
-          Guru Membagi Siswa ke dalam tiga kelompok dan memberi sub bab materi yang berbeda dari setiap kelompoknya
-          Guru meminta siswa untuk mempelajari sub bab materi yang diberikan sesuai dengan kelompoknya
·      Elaborasi
-     Guru menulis gagas utama ditengah kertas dengan bentuk lingkaran,
-     Guru Membuat cabang yang keluar dari pusat lingkaran untuk setiap poin yang dikembangkan.
-     Guru mengajak siswa untuk bersama sama menjawab dari gagasan utama yang mau dikembangkan.
·      Konfirmasi
-     Guru Mengambil sebuah tongkat dan menyiapkan sebuah lagu.
-     Guru memberikan instruksi bagaimana cara memainkan cara stratagi pembelajaran ini.
-     Guru memainkan music dan meyerahkan tongkat kepada salah siswa untuk memutarkannya kepada seluruh siswa yang ada dikelas hingga music diberhentikan.
-     Guru memberikan pertanyaan kepada siswa yang mendapatkan tongkat tersebut.
C.     Kegiatan Penutup ( ± 3 menit )
-       Guru bersama siswa menyimpulkan tentang materi yang telah di pelajari
-       Guru memberikan tugas / PR ataupun Evaluasi.
-       Guru memberikan Nasehat-nasehat yang bermanfaat.
-       Guru mengajak siswa untuk berdoa sebelum pulang.
F.       Alat dan Sumber Bahan  :
·         Lcd,Laptop,papan tulis, Caption
·         Buku Paket SKI Untuk Sekolah Dasar Kelas III Semester I

G.      Penilaian  :
·         Jenis Penilaian ;
a.     Penilaian lisan yaitu penilaian yang dilakukan melalui Tanya jawab dengan siswa pada saat proses pembelajaran.
b.      Penilaian hasil yaitu penilaian yang dilakukan melalui latihan tertulis. (Bentuk Soal pilihan ganda ) Lampiran I
c.       Penilaian proses yaitu penilaian yang dilakukan oleh guru pada saat siswa melakukan diskusi kelompok serta dari kehadiran mengikuti pelajaran.


Banjarmasin, 18   Maret 2013



Mengetahui,
Supervisor
Guru Mata Pelajaran,



Hj, Mila Hasanah, M.Ag


Ahmad Zayadi
         NIP :
            NIP :




















Lampiran I

BENTUK SOAL PILIHAN GANDA
1.      Berikut ini adalah keadaan alam Jazirah Arab, Kecuali…………
a.    Tihamah
b.    Hijaz
c.    Najed
d.   Yamah
2.      Disebut apakah, Bangsa arab yang sudah tidak dikenal lagi karena sudah punah ….
a.    Arab Al-‘Aribah
b.    Arab Al-Musta’ribah
c.    Arab Al-Ba’idah
d.   Arab Alamiah
3.      Berikut ini adalah jenis perekonomian bangsa arab, kecuali……
a.    Peternakan
b.    Pertanian
c.    Perdagangan
d.   Perikanan
4.      Disebut apakah, bangsa arab keturunan Nabi Ismal AS …….
a.    Arab Al-Musta’ribah
b.    Arab Al-‘Aribah
c.    Arab Al-Ba’idah
d.   Arab Alamiah
5.      Dikenal dengan sebutan apakah bangsa arab pra-Islam…..
a.    Cerdas
b.    Fisabilillah
c.    Fatahillah
d.   Jahiliyah
6.      Disebut apakah, masyarakat arab yang suka tinggal di desa-desa, digurun dan dilembah-lembah….
a.    Suku Badawi
b.    Suku Asmawi
c.    Suku Asnawi
d.   Suku Badali

7.    Wilayah gurun yang udaranya sangat panas dan berangin tenang, disebut ….
a.    Tihamah
b.    Hijaz
c.    Najed
d.   Yaman

8.      Suku apakah yang memimpin kota mekkah pada saat pra-Islam….
a.    Quraisy
b.    Najed
c.    Qhazraq
d.   Jahiliyah
9.      Apa nama perang antar suku arab Pra-Islam yang terjadi pada bulan bulan suci…..
a.    Al-Basus
b.    Ayyam Al-Fijar
c.    Badar
d.   Uhud
10.  Disebu apakah masyarakat bangsa arab yang tinggalnya dikota…
a.    Badui
b.    Hadary
c.    Badawi
d.   badawi












Kunci Jawaban
1.       
2.        C
3.        D
4.        C
5.        D
6.        A
7.        A
8.        A
9.        B
10.    B


proposal satu tahun KMHSS


PROJECT PROPOSAL
PROGRAM KERJA KEPENGURUSAN
Kerukunan Mahasiswa Hulu Sungai Selatan (KMHSS)
BANJARMASIN
2013/2014

A.  DASAR PEMIKIRAN
            Studi dan organisasi adalah dua kalimat yamg tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mahasiswa. Mahasiswa “ideal”, selain menggunakan dan membagi waktunya untuk menggali ilmu pengetahuan di bangku kuliah, meraih prestasi akademik yang tinggi namun juga menyisihkan waktunya untuk belajar mengaplikasikannya di organisasi intra maupun ekstra kampus.
            Mahasiswa yang identik dengan kata “ agent of change" harus menyadari bahwa mereka nanti di masa depan yang diharapkan bangsa ini untuk membawa kemajuan dan kemakmuran menuju bangsa yang “ideal”. Oleh karena itu, sudah seharusnya mahasiswa mempersiapkan dirinya dengan menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan tentunya tanpa melupakan organisasi sebagai wadah untuk menunjang skill dan kemampuan.
            Kiprah organisasi sudah tidak di ragukan lagi dalam sejarah bangsa ini. Oleh sebab itu, organisasi bagi mahasiswa, khususnya para aktivis kampus disebut sebagai “universitas kedua”. Karena pada umumnya, hanya di organisasi saja mahasiswa punya lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan skill, minat dan bakat masing-masing.
            Berkenaan dengan hal di atas, manusia sebagaimana disebutkan dalam al-qur’an dicpitakan selain hanya untuk beribadah, menyembah kepada sang pencipta Allah SWT (ibadah yang berkaitan dengan hamba kepada Tuhannya) tapi juga mempunyai naluri untuk berhubungan sosial kepada sesamanya. Manusia mempunyai tugas untuk memakmurkan, mengelola dan mengolah berbagai macam SDA yang ada di bumi ini. Manusia juga diperintahkan untuk berhubungan dengan penuh tenggang rasa dan hormat-menghormati terhadap sesamanya hingga akhirnya tercipta dan terbentuklah generasi-generasi manusia yang religius, humanis, unggul dan terdepan. Semua itu insya Allah bisa terwujud ketika mahasiswa memahami segala kewajiban kepada Tuhannya yang dapat diperoleh dengan jalan menggali ilmu pengetahuan dibangku kuliah dan melatih melakukan relasi (hubungan) terhadap sesama manusia sebagai makhluk sosial yang tentunya hal ini dominan didapatkan di organisasi.  
            KMHSS sebagai salah satu organisasi yang bergerak dibidang akademik, kajian-kajian ilmu pengetahuan baik agama maupun umum  juga bergerak diberbagai bidang seperti sosial, kemasyarakatan dan tentunya peka terhadap perkembangan didalam maupun di luar kampus. 
            Mengingat betapa pentingnya organisasi dikalangan mahasiswa terutama masalah “dana” maka kami dari organisasi Kerukunan Mahasiswa Hulu Sungai Selatan IAIN Antasari Banjarmasin sangat mengharapkan bantuan dana dan support dari kalangan-kalangan terkait untuk kelangsungan organisasi ini hingga bisa memberikan sumbangsih maksimal, baik untuk kampus maupun di kalangan masyarakat luas

Senin, 01 April 2013

kebudayaan nasional



KEBUDAYAAN NASIONAL
Apakah ada bentuk dari kebudayaan nasional ? Jika Ada Apa? Sedangkan Jika Tidak ada kenapa ?

Senin, 25 Maret 2013

Kompetensi Pedagogik


BAB II

KOMPETENSI PEDAGOGIK

A.      PENGERTIAN
1.    Pengertian Kompetensi
                   Kompetensi menurut usman (2005), adalah “satu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseoarang baik yang kualitatif maupun kuantitatif. “pengertian ini mengandung makna bahwa kompetensi itu dapat digunakan dalam dua konteks, yakni. Pertama sebagai indikator kemampuan yang menunjukkan kepada perbuatan yang di amati. Kedua sebagai konsep yang mencakup aspek-aspek kognitif , efektif dan perbuatan serta tahap-tahap pelaksanaannya secara utuh.
                   Menurut Direktor Tenaga Kependidikan Depdiknas kompetensi juga dapat diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan. Dan nilai-nilai dasar yang direfleksiskan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Dengan demikian kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualiatas guru yang sebanarnya.

polemik kebudayaan


Polemik Kebudayaan

Polemik kebudayaan adalah sebuah perdebatan pendapat kaum intelek yakni  pikiran Tuan Takdir Alisjahbana, Dr.Sutomo, Sanusi Pane, Purbatjaraka, Tjindarbumi, Adinegoro, Dr. M. Amir, dan  Ki Hajar Dewantara yang kala itu saling beradu tentang bagaimanakah sebaiknya Indonesia pada masa yang akan datang agar Merah Putih dapat bekibar lepas di angkasa bumi pertiwi  pada era 30-an yakni pada tahun 1935-an,yang setiap buah pikiran dari tokoh-tokoh perdebatan tersebut kala itu dicurahkan melalui artikel media masa nasional dan ramai menjadi topik pembicaraan rakyat. Perdebatan ini pula yang merupakan salah satu motor terbentuknya latarbelakang cita-cita dan tujuan NKRI. Adapaun yang menjadi Polemik ini bermula dari tulisan Sutan Takdir Alisyahbana Menuju Masyarakat dan Kebudayaan Baru: Indonesia-Pra-Indonesia (Pujangga baru, 2 Agustus 1935). Ia membedakan "Zaman pra-Indonesia" (yang berlangsung hingga akhir abad ke-19) dan "zaman Indonesia" (yang mulai pada awal abad ke-20). Ia menegaskan tentang lahirnya zaman Indonesia Baru, yang bukan sekali-kali dianggap sambugan dari generasi sambungan Mataram, Minangkabau atau Melayu, Banjarmasin atau Sunda. Karenanya tiba waktunya mengarahkan mata kita ke Barat.